Setelah berenjak Dewasa, manusia akan mendapatkan berbagai cobaan dan ujian serta masalah dalam hidup. Di saat kita memasuki di usia sekolah, kita di uji dengan cobaan belajar setiap harinya. Belajar tanpa henti, kadang membuat jenuh belum lagi masalah pertemanan di sekolah yang kadang membuat kita timbul rasa ini itu.
Setelah masa belajar selesai kita dihadapkan dengan masa kerja yang penuh tekanan. Manusia dewasa banyak dituntut untuk bisa melakukan banyak hal. Memenuhi kebutuhan hidup menjadi masalah prioritas. Dekat dengan uang menjadikan manusia dewasa terkadang tamak, rakus dan konsumtif menjadi sifat terhindarkan.
Memasuki fase berumah tangga pun manusia tak lepas dengan cobaan. Masa adaptasi dengan pasangan bisa menjadi bebagai konflik yang membuat hilang kesabaran. Ditambah beban yang makin berat yang ada nya tanggung jawab terhadap pasangan dan anak dalam masa awal pernikahan.
Itulah manusia yang di hadapkan masalah atau cobaan. Seperti firman Allah yang berbunyi "Kamu sungguh-sungguh akan di uji terhadap hartamu dan dirimu. Dan juga kamu benar-benar akan mendengar dari orang-orang yang di beri Al-Kita sebelum dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakiti Hati jika kamu bersabar dan bertakwalah, maka sesungguhnya itu termasuk di utamakan "(Q.S. Ali- Imran : 186)
Dari ujian-ujian tersebut, kita terkadang lupa dengan cara mencegah dan menyelesaikannya. Sangking di anggap beratnya, banyak orang Dewasa sampai stres dan depresi. Merasa bahwa ujian nya tersebut tak dapat diselesaikan.
Mari Kita Mengajarkan Kepada Anak SSB
Memang terkadang sat kita di minta untuk belajar pada anak-anak. Tak pernah terbayangkan Jika jiwa suci manusia-manusia kecil ini malah mengajar kan kita banyak hal. Rendahkan hati dan jernih kan fikira, lihatlah dalam-dalam saat anak, adik atau keponakan kita yang masih kecil itu. Mereka yang bisa mengucapkan "Mama", mereka yang masih belajar merangkak, atau mereka yang belum bisa membaca.
Dari segala ketidak berdayakan, anak-anak memiliki nilai positif yang sudah ada dari orang dewasa. Seperti keceriaan yang terpencar setiap saat semangat berlomba tak pernah luntur, tulus tidak egois serta tidak dengki. Keceriaan yangvtak pernah luntur dari anak-anak sesekali dimiliki oleh orang dewasa. Anak-anak selalu memancarkan kebahagiaan, keceriaan dengan cara yang sederhanan, berbagai tawa dan senyum
Misalnya berbeda dengan orang dewasa yang rela melakukan berbagai segala cara agar bisa bahagia. Untuk sekedar dapat pengakuan saja orang dewasa bisa larut dalam hendonis yang sebenarnya ia perlukan.
Mari menunjukkan keceriaan dengan cara sederhana. Seperti hal nya Rasulullah ucapkan"Senyum kalian bagi ke saudaranya karena senyum termasuk sedekah. Beramar makruf, dan menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah."(H.R. Trizmi).
Sederhana itulah cara anak-anak bahagia. Mereka bahkan belum tahu bahwa senyum itu adalah sedekah, namun mereka bisa memberikan senyuman yang paling ikhlas yang bisa kita terima.
"Setiap umat itu memiliki tiap kiblat yang masing yang mana itu kita telah kita telah berserah diri kepada Allah, dan barang siapa yang berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan di mana saja itu dan kapan saja itu Allah senantiasa mengetahui yang sesungguhnya aallah maha perkasa dan mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah: 148).
Dalam bebagai ujian dan cobaan anak-anak tak pernah menyerah. Contohnya bayi saat mulai memasuki fase berjalan bayi yang masih merangkak akan mencoba mencari pasangan untuk berdiri perlahan mereka melangkah. Saat terjatuh dan mereka tak pernah menyerah.
Bagaimana dengan orang dewasa? Misal dalam masalah mencari pekerjaan beberapa dari kalian pernah ditolak dari perusahaan yang kita lamar. Sekali,dua akhirnya menyerah banayak pengangguran dalam mencari pekerjaan karena beberapa kali ditolak.
Padahal pertolongan Allah sangat dekat jika kita berikhtiar dengan semangat dan tak putus asa dalam Berdoa 'Allah tidak membebani seseorang itu melainkan dengan kesunggupannya."(Q.S Al-Baqarah).
Masih banyak sifat-sifat anak yang patut kita contoh. Seperti keikhlasan,ketulusan dan rasa berbagi yang kuat. Tak selalu orang dewasa meremehkan anak-anak banyak hal yang ia miliki namun tak dimiliki orang dewasa . Karena belajar bisa dari mana saja ok sahabat itu saja pembahasan pada Sih Kecil jadi Teladan Sih kecil Yang Menjadi Telada Assalamualaikum wr.wb

Komentar
Posting Komentar